NIM : 11901127
Kelas : PAI 1/A
Ma. Kul : Bahasa Indonesia
Dosen : Farninda Aditya, M.Pd.
Tugas : Meresume Sistematika Penulisan Skripsi Mahasiswa PAI/FTIK IAIN Pontianak
1. Cover/sampul
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH
PENDIDIKAN MENENGAH DI DESA PELANG
KABUPATEN KETAPANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018
SKRIPSI
OLEH
MIRNAWATI
1131110042
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK
2017/2018
2. Abstrak
Adapun fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Pendidikan Menengah di Desa Pelang Kabupaten Ketapang Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
Adapun fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Pendidikan Menengah di Desa Pelang Kabupaten Ketapang Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
1). Faktor-faktor internal anak putus sekolah pendidikan menengah di Desa Pelang Kabupaten Ketapang.
2). Faktor-faktor eksternal anak putus sekolah pendidikan menengah di Desa Pelang Kabupaten Ketapang.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Sedangkan untuk memperoleh data peneliti menggunakan teknik non partisipan, wawancara, serta dokumentasi. Untuk teknik analisi data peneliti menggunakan empat teknik, yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi, pengecekan anggota, kecakupan referensi, dan memperpanjang observasi.
Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, dapat peneliti simpulkan bahwa:
1). Faktor-faktor internal anak yang tidak melanjutkan sekolah adalah:
a) Tingkat IQ yang rendah
b) Fisik yang kurang normal
c) Tidak adanya minat
2). Faktor-faktor eksternal anak yang tidak melanjutkan sekolah adalah:
a) Lingkungan keluarga yaitu: ekonomi, hubungan emosional, cara mendidik.
b) Lingkungan masyarakat
c) Jarak tempuh yang jauh
Kata kunci: Faktor Putus Sekolah, Pendidikan Menengah.
3. Daftar Isi
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoritis
b. Manfaat Praktis
BAB II FAKTOR-FAKTOR ANAK PUTUS SEKOLAH
A. Penelitian Terdahulu
B. Kajian Teori
a. Pendidikan
b. Wajib Belajar
c. Anak Putus Sekolah
d. Faktor-faktor Penyebab Anak Putus Sekolah
1. Faktor Internal
2. Faktor Eksternal
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Lokasi Penelitian
C. Sumber Data
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi Non Partisipan
2. Wawancara
3. Dokumentasi
E. Teknik Analisis Data
1. Pengumpulan Data
2. Reduksi Data
3. Penyajian Data
F. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
1. Tringulasi
2. Pengecekan Anggota
3. Kecukupan Referensi
4. Memperpanjang Masa Observasi
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN
A. Gambar Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Kantor Desa Pelang
2. Letak dan Luas Kantor Desa Pelang
3. Demografi Desa Pelang
4. Keadaan Pendidikan Desa Pelang
5. Pendidikan
6. Fasilitas Kesehatan dan Kerohanian
7. Keadaan Ekonomi
8. Visi dan Misi Desa Pelang
9. Struktur Organisasi Desa Pelang
a. Pemerintahan Desa Pelang
b. Badan Permusyawaratan Desa
B. Paparan Data
1. Faktor Internal Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Sekolah
2. Faktor Eksternal Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Sekolah
C. Pembahasan
1. Faktor Internal Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Sekolah
2. Faktor Eksternal Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Sekolah
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
4. Kutipan
1. Menurut Agus Setiawan (2015:11) menyatakan bahwa putus sekolah adalah kondisi dimana seseorang tidak mendapatkan lagi proses belajar mengajar di sekolah oleh sebab-sebab tertentu.
2. Pengumpulan data menurut Andi Prastowo (2012:211) dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Sumber primer adalah yang memberikan informasi langsung kepada pengumpul data, sedangkan sumber sekunder adalah yang tidak bisa memberi langsung kepada pengumpul data seperti lewat dokumen, orang lain, dan sebagainya.
3. Menurut Burhan Bungin (2010:6) penelitian kualitatif ialah proses penelitian dan ilmu pengetahuan yang tidak sederhana. Tahapan penelitian kualitatif melampaui berbagai tahapan berfikir ilmiah, yang mana peneliti memulai berfikir secara induktif. Menangkap fakta dan fenomena-fenomena sosial, melalui pengamatan di lapangan, kemudian menganalisisnya dan kemudian melakukan teorisasi berdasarkan apa yang diamati.
4. Menurut Gunawan dalam Descea Thea Purnama (2014:4) menyatakan bahwa putus sekolah merupakan predikat yang diberikan kepada mantan peserta didik yang tidak mampu menyelesaikan suatu jenjang pendidikan, sehingga tidak dapat melanjutkan jenjang pendidikannya ke jenjang berikutnya. Hal ini berarti, putus sekolah ditunjukkan kepada seseorang yang pernah bersekolah namun berhenti untuk bersekolah.
5. Menurut Djama'an Satori dan Aan Komariah (2011:148) dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari sesorang.
6. Menurut Linda Purwanti (2016:9) menyatakan bahwa faktor internal yang menyebabkan anak putus sekolah terdiri dari:
a. Faktor Fisik
1. Kesehatan
2. Kecacatan
b. Faktor Psikis
1. Integensi
2. Minat
3. Bakat
4. Motivasi
5. Kematangan
6. Kepribadian
7. Menurut Nana Syaodin Sukmadinata (2011:72-73) penelitian deskriptif adalah "suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Dengan kata lain penelitian ini bertuju untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat terjadi. Ditunjukkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan faktor-faktor yang ada, baik fenomena yang bersifat amaliah ataupun rekayasa manusia". Penelitian ini mengkaji bentuk aktifitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan dengan fenomena lain.
8. Menurut Resty Anggun S. (2015:10) menyatakan bahwa putus sekolah adalah proses berhentinya siswa secara terpaksa dari suatu lembaga pendidikan tempat dia belajar.
9. Menurut Sarfa Wassahua (2016:98) menyatakan bahwa anak putus sekolah adalah keadaan dimana anak mengalami ketelantaran karena sikap dan perlakuan orang tua yang tidak memberikan perhatian yang layak terhadap proses tumbuh kembang anak tanpa memperhatikan hak-hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
10. Menurut Sukardi (2011:157) menyatakan bahwa penelitian deskritif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya.
5. Daftar Pustaka
1. Agus Setiawan. 2015. Anak Putus Sekolah Pada Masyarakat Marginal Di
Perkotaan. Volume 1 (1): 11.
2. Andi Prastowo. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Perspektif Rancangan
Penelitian. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
3. Burhan Bungin. 2010. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Kebijakan Publik dan
Ilmu Sosial lainnya. Jakarta: Kencana
4. Desca Thea Purnama. 2015.Fenomena Anak Putus Sekolah Dan Faktor Penyebab
di Kota Pontianak. Vol(2) (4): 10.
5. Djama'an Satori dan Aan Komariah. 2011. Metodologi penelitian kualitatif.
Bandung : Alfabeta.
6. Linda Purwanti. 2016. Penyebab Putus Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar di
Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso. Skripsi. program studi
guru sekolah dasar. Universitas jember.
7. Nana Syaodin Sukmadinata. 2011. Landasan Psikologi Proses pendidikan.
Bandung: P T Remaja Rosda Karya Offset.
8. Resy Anggun S. 2015. Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Studi
Madrasah Ibtidayah Dan Madrasah Tsanawiyah Nurul Watnah
Pusaran 8 Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir. Volume (2):
12.
9. Sarfa Wassahua. 2016. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Di
Kampung Warga Negeri Hative Kecil Kota Ambon. Volume (1): 98.
10. Sukardi. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan.Jakarta: PT. Bumi Aksara
A. Latar Belakang
B. Fokus Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoritis
b. Manfaat Praktis
BAB II FAKTOR-FAKTOR ANAK PUTUS SEKOLAH
A. Penelitian Terdahulu
B. Kajian Teori
a. Pendidikan
b. Wajib Belajar
c. Anak Putus Sekolah
d. Faktor-faktor Penyebab Anak Putus Sekolah
1. Faktor Internal
2. Faktor Eksternal
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Lokasi Penelitian
C. Sumber Data
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi Non Partisipan
2. Wawancara
3. Dokumentasi
E. Teknik Analisis Data
1. Pengumpulan Data
2. Reduksi Data
3. Penyajian Data
F. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
1. Tringulasi
2. Pengecekan Anggota
3. Kecukupan Referensi
4. Memperpanjang Masa Observasi
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN
A. Gambar Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Kantor Desa Pelang
2. Letak dan Luas Kantor Desa Pelang
3. Demografi Desa Pelang
4. Keadaan Pendidikan Desa Pelang
5. Pendidikan
6. Fasilitas Kesehatan dan Kerohanian
7. Keadaan Ekonomi
8. Visi dan Misi Desa Pelang
9. Struktur Organisasi Desa Pelang
a. Pemerintahan Desa Pelang
b. Badan Permusyawaratan Desa
B. Paparan Data
1. Faktor Internal Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Sekolah
2. Faktor Eksternal Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Sekolah
C. Pembahasan
1. Faktor Internal Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Sekolah
2. Faktor Eksternal Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Sekolah
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
4. Kutipan
1. Menurut Agus Setiawan (2015:11) menyatakan bahwa putus sekolah adalah kondisi dimana seseorang tidak mendapatkan lagi proses belajar mengajar di sekolah oleh sebab-sebab tertentu.
2. Pengumpulan data menurut Andi Prastowo (2012:211) dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Sumber primer adalah yang memberikan informasi langsung kepada pengumpul data, sedangkan sumber sekunder adalah yang tidak bisa memberi langsung kepada pengumpul data seperti lewat dokumen, orang lain, dan sebagainya.
3. Menurut Burhan Bungin (2010:6) penelitian kualitatif ialah proses penelitian dan ilmu pengetahuan yang tidak sederhana. Tahapan penelitian kualitatif melampaui berbagai tahapan berfikir ilmiah, yang mana peneliti memulai berfikir secara induktif. Menangkap fakta dan fenomena-fenomena sosial, melalui pengamatan di lapangan, kemudian menganalisisnya dan kemudian melakukan teorisasi berdasarkan apa yang diamati.
4. Menurut Gunawan dalam Descea Thea Purnama (2014:4) menyatakan bahwa putus sekolah merupakan predikat yang diberikan kepada mantan peserta didik yang tidak mampu menyelesaikan suatu jenjang pendidikan, sehingga tidak dapat melanjutkan jenjang pendidikannya ke jenjang berikutnya. Hal ini berarti, putus sekolah ditunjukkan kepada seseorang yang pernah bersekolah namun berhenti untuk bersekolah.
5. Menurut Djama'an Satori dan Aan Komariah (2011:148) dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari sesorang.
6. Menurut Linda Purwanti (2016:9) menyatakan bahwa faktor internal yang menyebabkan anak putus sekolah terdiri dari:
a. Faktor Fisik
1. Kesehatan
2. Kecacatan
b. Faktor Psikis
1. Integensi
2. Minat
3. Bakat
4. Motivasi
5. Kematangan
6. Kepribadian
7. Menurut Nana Syaodin Sukmadinata (2011:72-73) penelitian deskriptif adalah "suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Dengan kata lain penelitian ini bertuju untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat terjadi. Ditunjukkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan faktor-faktor yang ada, baik fenomena yang bersifat amaliah ataupun rekayasa manusia". Penelitian ini mengkaji bentuk aktifitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan dengan fenomena lain.
8. Menurut Resty Anggun S. (2015:10) menyatakan bahwa putus sekolah adalah proses berhentinya siswa secara terpaksa dari suatu lembaga pendidikan tempat dia belajar.
9. Menurut Sarfa Wassahua (2016:98) menyatakan bahwa anak putus sekolah adalah keadaan dimana anak mengalami ketelantaran karena sikap dan perlakuan orang tua yang tidak memberikan perhatian yang layak terhadap proses tumbuh kembang anak tanpa memperhatikan hak-hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
10. Menurut Sukardi (2011:157) menyatakan bahwa penelitian deskritif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya.
5. Daftar Pustaka
1. Agus Setiawan. 2015. Anak Putus Sekolah Pada Masyarakat Marginal Di
Perkotaan. Volume 1 (1): 11.
2. Andi Prastowo. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Perspektif Rancangan
Penelitian. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
3. Burhan Bungin. 2010. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Kebijakan Publik dan
Ilmu Sosial lainnya. Jakarta: Kencana
4. Desca Thea Purnama. 2015.Fenomena Anak Putus Sekolah Dan Faktor Penyebab
di Kota Pontianak. Vol(2) (4): 10.
5. Djama'an Satori dan Aan Komariah. 2011. Metodologi penelitian kualitatif.
Bandung : Alfabeta.
6. Linda Purwanti. 2016. Penyebab Putus Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar di
Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso. Skripsi. program studi
guru sekolah dasar. Universitas jember.
7. Nana Syaodin Sukmadinata. 2011. Landasan Psikologi Proses pendidikan.
Bandung: P T Remaja Rosda Karya Offset.
8. Resy Anggun S. 2015. Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Studi
Madrasah Ibtidayah Dan Madrasah Tsanawiyah Nurul Watnah
Pusaran 8 Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir. Volume (2):
12.
9. Sarfa Wassahua. 2016. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Di
Kampung Warga Negeri Hative Kecil Kota Ambon. Volume (1): 98.
10. Sukardi. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan.Jakarta: PT. Bumi Aksara


























