Nama : Jamaliah
NIM :
11901127
Kelas :
PAI 4A
Makul :
Magang 1
Dosen
Pengampu : Farninda Aditya,
M.Pd.
Strategi
Pembelajaran
Pengertian
Strategi
Strategi
adalah suatu seni merancang operasi di dalam peperangan seperti cara-cara
mengatur posisi atau siasat dalam berperang, seperti dalam angkatan darat atau
angkatan laut. Secara umum, strategi merupakan suatu teknik yang digunakan
untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua
(1989), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya
bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai.
Menurut O’Malley dan Chamot (1990), strategi adlah seperangkat alat yang
melibatkan individu secara langsung untuk mengembangkan bahasa kedua atau
bahasa asing. Strategi sering dihubungkan dengan prestasi bahasa dan kecakapan
dalam menggunakan bahasa.
Untuk
memahami makna strategi secara lebih dalam, biasanya dikaitkan dengan istilah
pendekatan dan metode. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) Pendekatan
adalah proses, perbuatan, atau cara mendekati. Pendekatan merupakan sikap atau
pandangan tentang sesuatu, yang biasanya berupa asumsi. Metode adalah rencana
keseluruhan bagi penyajian bahan bahasa secara rapi dan tertib. Sifat sebuah
metode adalah prosedural.
Strategi
belajar dapat digambarkan sebagai sifat dan tingkah laku. Oxford mendefinisikan
strategi belajar sebagai tingkah laku yang dipakai oleh pembelajar agar
pembelajaran bahasa berhasil, terarah, dan menyenangkan. Strategi belajar
mengacu pada perilaku dan proses berfikir yang digunakan serta mempengaruhi apa
yang dipelajari. Strategi pembelajaran bahasa adalah tindakan melaksanakan
rencana dengan menggunakan beberapa variabel seperti tujuan, bahan, metode, dan
alat, serta evaluasi agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Strategi
belajar menurut Huda (1999) antara lain:
1. Strategi Utama dan Strategi Pendukung.
Strategi utama dipakai secara langsung dalam mencerna materi
pembelajaran. Strategi pendukung dipakai untuk mengembangkan sikap belajar dan
membantu pembelajar dalam mengatasi masalah seperti gangguan, kelelahan,
frustasi, dan lain sebagainya.
2. Strategi Kognitif dan Strategi Metakognitif.
Strategi kognitif dipakai untuk mengelola materi pembelajaran agar dapat
diingat untuk jangka waktu yang lama. Strategi metakognitif adalah langkah yang
dipakai untuk mempertimbangkan proses kognitif, seperti monitoring diri
sendiri, dan penguatan diri sendiri.
3.
Strategi
Sintaksis dan Strategi Semantik.
Strategi sintaksis adalah kata fungsi, awalan, akhiran, dan
penggolongan kata. Strategi semantik adalah berhubungan dengan objek nyata,
situasi, dan kejadian.
Strategi
pembelajaran berdasarkan klasifikasinya, sebagai berikut:
1.
Penekanan
Komponen dalam Program Pengajaran
Komponen program pengajaran anatara lain yang berpusat pada
pengajar, peserta didik, dan materi pengajaran. Berpusat pada pengajar,
pengajar menyampaikan informasi kepada peserta didik. Teknik penyajian adalah
teknik ceramah, teknik team teaching, teknik sumbang saran, teknik demonstrasi,
dan teknik antar disiplin. Berpusat pada peserta didik, strategi pembelajaran
seperti ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk
aktif dan berperan dalam kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini, pengajar
berperan sebagai fasilitator dan motivator. Teknik penyajian adalah teknik
diskusi, teknik kerja kelompok, teknik penemuan, teknik eksperimen, teknik
kerja lapangan, dan teknik penyajian kusus. Berpusat pada materi pengajaran,
materi terbagi dua yaitu materi formal dan materi informal. Materi formal
adalah isi pelajaran yang terdapat dalam buku-buku teks resmi disekolah,
sedangkan materi informal adalah bahan-bahan pelajaran yang bersumber dari
lingkungan sekolah. Teknik penyajian adalah tutorial, teknik modular, teknik
pengajaran terpadu, dan teknik demonstrasi.
2.
Kegiatan
Pengolahan Pesan atau Materi
Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris
merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa bahan tertulis maupun
penjelasan secara verbal. Strategi pembelajaran heuristik adalah sebuah
strategi yang menyiasati agar aspek-aspek dari komponen-komponen pembentuk
sistem intruksional mengarah kepada pengaktifan peserta didik untuk mencari dan
menemukan fakta, prinsip, serta konsep yang mereka butuhkan.
3.
Pengelohan
Pesan atau Materi
Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah
pesan diolah mulai dari hal umum menuju kepada hal khusus. Misalnya bila
pengajaran tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan definisi kalimat tunggal,
contoh-contoh kalimat tunggal, dan dilanjutkan penjelasan ciri-ciri kalimat
tunggal. Sedangkan strategi pembelajaran induksi adalah pesan diolah mulai dari
hal-hal yang khusus menuju kepada konsep yang bersifat umum. Misalnya bila
pengajaran tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan memberikan
contoh-contoh kalimat tunggal, ciri-ciri kalimat tunggal sehingga peserta didik
dapat mendefinisikan sendiri tentang kalimat tunggal.
4.
Cara Memproses
Penemuan
Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris
merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau
penjelasan verbal. Strategi penemuan (discovery) adalah proses yang mampu
mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip. Seperti mengamati, mencerna,
mengerti, menggolongkan, menduga, menjelaskan, dan membuat kesimpulan.
Strategi
Keterampilan Berbahasa
Bahasa
dipergunakan sebagaian besar pada aktivitas manusia. Semakin tinggi tingkat
penguasaan bahasa seseorang, semakin baik pula penggunaan bahasa dalam berkomunikasi.
Penggunaan berbagai teknik dan metode yang inovatif dapat menciptakan situasi
pembelajaran yang kondusif. Melalui proses pembelajaran yang dinamis,
diharapkan akan tercipta suatu bentuk komunikasi lisan yang terpola melalui
keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
1.
Strategi Pembelajaran
Keterampilan Menyimak
Keterampilan menyimak adalah satu bentuk keterampilan berbahasa
yang bersifat reseptif. Keterampilan menyimak pada tahapan lebih tinggi mampu
menginformasikan kembali pemahamannya malalui keterampilan berbicara maupun
menulis. Strategi pembelajaran menyimak sebagai berikut:
a.
Pemberian
informasi tertentu, dalam hal ini peserta didik mendengarkan sebuah informasi,
dan melihat demonstrasi serta mencatat.
b.
Interaksi,
dalam hal ini peserta didik diberikan contoh lalu mencontohkan dan mengulangi
secara lebih kreatif beserta tanya jawab.
c.
Secara
independen, peserta didik melakukan kegiatan tertentu seperti, menyimak rekaman
berupa model, melakukan indentifikasi dan klasifikasi dari suatu bentuk interaksi/percakapan
yang nyata.
Evaluasi
kemampuan menyimak yaitu tes melalui rekaman, tes dalam bentuk tanya jawab,
wawancara, menjawab isi dialog, menjawab pertanyaan yang berkenaan dengan drama
yang baru ditonton, dan bentuk tes lainnya.
2.
Strategi Pembelajaran
Keterampilan Berbicara
Keterampilan berbicara merupakan keterampilan memproduksi arus
sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan
keinginan kepada orang lain. Keterampilan berbicara diawali dengan adanya
pemahaman minimal dari pembicara dalam membentuk sebuah kalimat. Sebuah kalimat,
betapapun kecilnya, memiliki struktur dasar yang saling berkaitan satu sama
lain sehingga mampu menyajikan sebuah makna. Strategi pembelajaran berbicara
merujuk pada prinsip stimulus dan respon. Teknik dalam strategi pembelajaran
berbicara antara lain:
a.
Berbicara
terpimpin meliputi frase dan kalimat, dialog, dan pembacaan puisi.
b.
Berbicara
semi-terpimpin meliputi reproduksi cerita, cerita berantai, menyusun kalimat
dalam sebuah pembicaraan, melaporkan isi bacaan secara lisan.
c.
Berbicara bebas
meliputi diskusi, drama, wawancara, berpidato, dan bermain peran.
3.
Strategi Pembelajaran
Keterampilan Membaca
Keterampilan membaca memiliki peranan penting dalam pengembangan
pengetahuan dan sebagai alat komunikasi bagi kehidupan manusia. Fakta di
lapangan menunjukan bahwa masyarakat di negara maju ditandai oleh berkembangnya
suatu kebiasaan membaca yang tinggi. Membaca merupakan suatu kegiatan untuk
mendapatkan makna dari apa yang tertulis dalam teks. Pembelajaran membaca harus
memperhatikan cara berfikir teratur dan baik. Membaca melibatkan semua proses
mental yang lebih tinggi seperti ingatan, pemikiran, daya khayal, pengaturan,
penerapan, dan pemecahan masalah.
Strategi pembelajaran membaca adalah dengan menggunakan teknik
pemberian tugas membaca teks selama waktu tertentu, kemudian mengajukan
pertanyaan. Tes kemampuan membaca antara lain menggunakan bentuk btulsalah,
melengkapi kalimat, pilihan ganda, dan pembuatan ringkasan atau rangkuman.
Selain itu, strategi lain untuk meningkatkan keterampilan membaca yakni dengan
membaca karya sastra.
4.
Strategi Pembelajaran
Keterampilan Menulis
Keterampilan menulis didasari oleh penguasaan berbagai unsur
kebahasaan maupun unsur diluar bahasa yang akan menjadi isi dalam tulisan.
Keduanya harus terjalin sehingga menghasilkan tulisan yang runtun dan padu.
Keterampilan menulis merupakan suatu usaha untuk mengungkapkan pikiran dan
perasaan yang dilakukan secara tertulis. Isi tulisan yang diungkapkan dapat
dipilih secara cermat dan disusun secara sistematis agar dapat dipahami dengan
tepat. Tes keterampilan menulis adalah dengan membuat karangan, dengan kriteria
penilaian sebagai berikut:
a.
Kualitas dan
ruang lingkup isi
b.
Organisasi dan
penyajian isi
c.
Komposisi
d.
Kohesi dan
Koherensi
e.
Gaya dan bentuk
bahasa
f.
Tata bahasa, ejaan,
tanda baca
g.
Kerapihan
tulisan dan kebersihan
Keterampilan
menulis melibatkan unsur linguistik dan ekstralinguistik serta memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan bahasa secara tepat dan
memikirkan gagasan yang akan dikemukakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar